HARI SANTRI 2019

Surabaya, 22 Oktober 2019 M / 23 Shafar 1441 H

Hari ini tepat dengan peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati oleh seluruh santri di Indonesia. Tidak lupa juga dengan Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, yang rutin selalu mengadakan peringatan Hari Santri Nasional dengan kegiatan upacara dan pengibaran Bendera Merah Putih. Seluruh santri Al Fithrah Surabaya tampak begitu antusias untuk mengikuti kegiatan peringatan Hari Santri pada pagi hari ini.

Pada tahun ini peringatan Hari Santri Nasional yang diperingati di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya ada yang berbeda. Pasalnya tahun ini terdapat pengibaran bendera Merah Putih yang berukuran tidak biasa. Karena bendera ini mempunyai ukuran super besar yang dibentangkan sepanjang luas Pondok Pesantren. Bendera dengan ukuran 500meter yang dibentangkan oleh seluruh santri ini mendapat banyak respon positif dari para santri maupun juga oleh pihak luar pondok pesantren.

Pada upacara peringatan Hari Santri Nasional 2019 ini juga dihadiri oleh beberapa undangan yaitu Kapolres Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto beserta beberapa anggota jajarannya. Dalam kegiatan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2019 ini juga diberikan beberapa penghargaan untuk para santri berprestasi.

Tampak para santri sangat antusias untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2019.

 

Study Comperative OSIS-ISPM Pesantren Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep

Kamis, 8 Maret 2018, OSIS-ISPM dari Pesantren IMMIM Minasante Pangkep mengadakan studi banding di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Kegiatan yang dihandel oleh PDF Ulya Al Fithrah ini dilaksanakan di pendopo sejak pukul 8.00 WIB hingga sebelum dhuhur.

Rangkaian acara ini diawali dengan pembukaan tawasul dan istghotsah yang dipimpin oleh Ust. Isma’il dilanjutkan dengan pembacaan “sholawat fi hubby” oleh Ust. Munir. Acara inti adalah pemaparan mengenai Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah yang disampaikan oleh Ust. H. Musyafa’, sambil menyaksikan video profil pondok.

Para peserta terlihat cukup antusias, apalagi mereka disuguhkan sesuatu yang baruyang mungkin  hanya pernah mereka jumpai di Al Fithrah, diantaranya makan talaman, yang mengajarkan mereka betapa pentingnya arti kebersamaan.

Kegiatan ini ditutup dengan pemberian cindera mata dari pondok pesantren Assalafi Al Fithrah.  Harapan dari Al Fithrah dan tamu, semoga acara ini bias jadi silaturrrahmi yang tidak hanya berhenti di hari ini saja.(We_PAF)

Launching LKMS Al Fithrah Wava Mandiri

Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin, telah terlaksana “Soft Launching Koperasi Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Al Fithrah Wava Mandiri” Kamis, 1 Februari 2018 pukul 09.30 WIB. Acara ini dihadiri langsung oleh Ust. H.M. Musyafa`, M.Th.I (Kepala Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah), Ust. Ali Sofwan Muzani, M.Pd.I (Sekretaris Yayasan Al Khidmah), Bapak. Achmad Bukhori (Advisor Strategic Commite dan Pusat Riset Bidang keuangan dan syariah OJK Pusat Jakarta), Bapak. Kuswandono (Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 4 dan Perijinan Jawa Timur), juga perwakilan dari Bank Syariah Mandiri, Laznas BSM, OJK dan hadirin calon nasabah LKMS.

Beliau, Ust. H.M. Musyafa’ dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya pembukaan LKMS Al Fithrah Wava Mandiri. Dalam sambuatnnya, beliau mengutip sebuah hadits “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”, harapan beliau semoga dengan dilaunchingnya LKMS Al Fithrah Wava Mandiri, mudah-mudahan dapat memberi manfaat kepada seluruh umat.

Terwujudnya LKMS Al Fithrah Wava Mandiri semoga dapat membahagiakan guru kita Hadhrotus Syaikh KH. Achmad Asrori Al Islhaqy ra.

Berjalan Bersama Ramadhan (I)

Sudah menjadi hal yang wajar bahwa bulan suci Ramadhan memiliki berbagai macam keistimewaan, dimulai dari terkurungnya Iblis pengganggu ke laut terdalam, sehingga hanya ada kemungkinan kecil bagi para hamba Allah SWT. melakukan kemaksiatan. Kemudian didukung dengan terbuka lebarnya pintu rahmat Allah SWT. dan teranugrahkannya secara murah motivasi-motivasi untuk menjalankan ibadah taqorruban lillah. Begitu juga berbagai macam keistimewaan lain yang tidak kalah hebat. Hal-hal tersebut akan menjadi overreward jika diburu di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, karena banyak macam support telah disediakan, yang mencakup bidang pendidikan, wadhifah dan syi’ar.

Memandang keistimewaan bulan Ramadhan, kegiatan pendidikan di PP. Assalafi Al Fithrah juga tidak kalah istimewa. Dengan menimbang berbagai aspek pendukung pendidikan yang ada, bulan Ramadhan ini dikhususkan untuk memperdalam kutubut turrast – yakni mengkaji kitab-kitab kuning -. Hal ini sesuai dengan mega proyek pendidikan yang sedang digarap saat ini, yakni memadukan Sistem Pendidikan Konvensional yang telah berjalan dengan sistem salaf yang ada dalam tradisi pesantren. Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kepala PP. Assalafi Al Fithrah, Ustd. Muhammad Musyaffa’ M. Fil, bahwa dengan adanya sistem pendidikan diniyah formal saat ini menuntut adanya tambahan kajian kitab kuning. Sistem Pendidikan ini menggunakan Rasio Pendidikan Agama 70% dan umum 30% sama persis dengan ketetapan Hadrotus Syaikh Achmad Asrori Al Ishaqy ra. Begitu juga dengan adanya ketidak efektifan kondisi, yakni waktu yang terjepit antara 2 waktu liburan, akan menyebabkan tidak maksimalnya KBM yang akan dilaksanakan, sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Kepala PP. Assalafi Al Fithrah, Ustd. Ilyas Rohman S. Ud.

Kategori kitab-kitab yang dikaji menyesuaikan dengan tingkatan unit masing-masing. Seperti halnya kajian kitab kuning yang ada di Ma’had Aly yang difokuskan pada obyek tassawuf, dengan mengkaji kitab karangan beliau ra. sendiri “Al Muntakhobat” dan juga kitab-kitab tassawuf lainnya. Menimbang dengan kesiapan dan kematangan mental dan pengetahuan yang dimiliki, karena memandang telah sampainya mereka pada kelas yang tertinggi. Untuk unit-unit yang lainnya, seperti PDF Ulya, Wustho dan yang lainnya juga disesuaiakan dengan kesiapan unit masing-masing.

Hal yang tidak kalah penting, yakni kegiatan wadhifah juga telah diatur dengan sangat rapi untuk mendukung adanya ibadah-ibadah yang bertujuan Taqorrub Lillah. Seperti Salat tasbih & hajat ,salat Tarawih, Dzikir Fida’, dan yang tidak kalah penting yaitu salat berjama’ah lima waktu. Bahkan menurut beberapa sumber, Hadrotus Syaikh sendiri yang menyusun kegiatan-kegiatan wadhifah, terkhusus di bulan Ramadhan. Beliau menata dengan rapi bagaimana salat Tarawih diselangi dengan beberapa qosidah untuk mencegah kejenuhan, yang mana disisi lain juga bertujuan untuk bermuwajahah kepada Allah SWT. Kemudian disusul dengan dzikir Fida’ sebelum melaksanakan salat tasbih & hajat. Beliau telah merancang segala hal sehingga para jama’ah dan santri dapat menikm ati dengan penuh kehidmatan. Adapun untuk kegiatan lain pada bulan Ramadhan yang ditujukan untuk para santri telah dipercayakan kepada asatid/h. Semua kegiatan yang telah disusun beliau untuk murid-muridnya bertujuan untuk mendidik jiwa dan sikap yang bertanggung jawab kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya, serta terhadap para guru mursyid.

Suatu hal yang menarik adalah keinginan murid-murid untuk menunaikan kegiatan-kegiatan tersebut sungguh bersih dari unsur-unsur paksaan dari pihak manapun, dengan kata lain segalanya dilaksanakan atas kehendak dan kemauan sendiri. Mengingat waktu malam adalah waktu yang biasa digunakan untuk istirahat malah harus diisi dengan ibadah yang tidak berjumlah sedikit. Bagian kewadhifahan baik putra ataupun putri juga mengakui hal tersebut, tingkat kerajinan santri putra dan santri putri untuk beribadah pada malam hari memang meningkat pesat, meskipun juga dapat diakui tingkat kerajinan untuk beribadah pada selain malam hari mengalami sedikit penurunan. Hal ini diperkirakan disebabkan oleh beberapa faktor eksternal juga faktor internal, diantara faktor internalnya adalah kurangnya stamina yang tidak terisi ulang sebagaimana hari biasa, rasa lelah dan letih yang disebabkan padatnya schedule, baik dari bidang pendidikan ataupun wadhifah. Sebab kegiatan yang ada pada bulan Ramadhan memang diakui lebih banyak daripada kegiatan pada hari-hari biasa. Akan tetapi banyaknya kegiatan yang ada malah mengakibatkan kita lupa akan rasa lapar dan dahaga meski tetap saja rasa lelah dan letih masih ada. Adapun salah satu faktor eksternalnya adalah termotivasinya sifat malas dari satu teman yang menular terhadap teman yang lain, lebih-lebih mayoritas kegiatan yang ada di PP. Assalafi Al Fithrah ini dikerjakan bersama sama dengan teman, sehingga apa yang terjadi terhadap teman akan sangat berpengaruh, begitu pula sebaliknya.

Syi’ar juga masih tetap berjalan dengan lancar meski bulan suci Ramadhan ini sudah sesak akan berbagai macam kegiatan. Hal ini dibuktikan dengan adanya acara Ahad Awal, acara ini tetap berlangsung dengan hidmat. Acara ini berlangsung pada tanggal 2 Ramadhan. Meski hujan deras sempat mengguyur tempat berlangsungnya acara tersebut, seluruh jama’ah tetap kokoh ingin mengikuti acara rutin tersebut. Bukan hanya para jama’ah, santri santri juga ikut berjuang suaya dapat mengikuti keberlangsungan acara. Sehingga dalam keadaan apapun kegiatan syi’ar akan tetap berlangsung.

Dengan demikian beruntunglah orang orang yang diberi kesempatan untuk menghabiskan masa di bulan Ramadhan di PP. Assalafi Al Fithrah ini, sebab apa yang menjadi keistimewaan bulan suci ini akan menjadi lebih lengkap dan berkualitas. Lebih lebih santri putra dan santri putri, tanpa mereka sadari banyak hal yang telah mereka tunaikan untuk memenuhi keistimewaan-keistimewaan yang ada di bulan suci Ramadhan. Namun hal itu baru saja mencapai setengah dari awal perjalanan untuk menghabiskan bulan suci ini, dan untuk setengah perjalanan akhir sangatlah bergantung pada bagaimana mereka menghabiskan hari hari liburan mereka. Semoga apa yang telah diperoleh akan membantu mensukseskan apa yang akan diperoleh selanjutnya. Amin.

*Nur Safitri

Penulis adalah lulusan terbaik, MA Muadalah Al Fithrah TP 2016-2017

Majlis Maulidurrasul SAW 1438 H.

Pagi semuanya sama, apa yang kamu lakukan dan bersama siapa di pagi itu yang membuatnya berbeda.

Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya kembali menjadi medan magnet di acara yang istiqomah setiap tahun dilaksanakan untuk menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara yang dilaksanakan setiap ahad ke dua di bulan Rabi’ul Awal, tidak hanya dihadiri oleh jama’ah dari Surabaya, dan Jawa Timur, sejak Sabtu malam, rombongan jama’ah dari luar kota dan provinsi sudah hadir dan menempati maktab yang sudah disediakan.

Tepat pukul tujuh pagi acara ini dimulai dengan tawassul oleh Habib Abdullah bin Umar al Hadar (Surabaya), dilanjutkan oleh KH. Najib Zamzami (Kediri). Berturut-turut setelah itu, pembacaan Istighotsah yang dipimpin oleh K. Anwari (Grobogan ), khotmil Qur’an oleh Ust. Imaduddin, doa khotmil Qur`an oleh  K. Ashari (Semarang ), tahlil & talqin oleh  KH. Munir Abdullah (Ngroto), dan doa tahlil oleh Habib Ahmad bin Zain Al Kaff (Surabaya).

Pembacaan Maulidurrasul dimulai dengan qasidah oleh Habib Umar bin Abdullah Assegaff (bangil) , disambung Habib Musthofa al Jufri (Surabaya), Habib Salim Baharun (Gresik), diringi para santri Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, dan ditutup dengan do’a oleh Habib Abdullah bin Umar al Hadar.

Acara dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah oleh Habib Ali Hadad al Habsyi (Sidoarjo). Dalam mauidhohnya beliau berpesan agar kita meneledani akhlaq Nabi Muhammad SAW, yang cenderung mengedepankan kasih sayang dalam berda’wah. Beliau juga mengajak para jama’ah yang hadir untuk meneladani Hadrotusy Syaikh KH. Achmad Asrori al Ishaqy ra, yang telah mewarikan kegiatan yang mulia, yakni rutinitas mengenang kelahiran junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyatakan kekagumannya pada Yai, yang dalam hidupnya mengedepankan kesantunan, tidak pernah “menyenggol” golongan kanan dan kiri, apalagi agama-agama di luar Islam. Beliau, bersama jama’ah Al Khidmah, melebur ke semua lapisan masyarakat, mengajak mereka bersama-sama berdzikir kepada Allah SWT dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Di penghujung mauidhoh beliau mendo’akn para Habaib dan Kyai yang hadir agar diberi umur panjang, agar senantiasa bisa menghadiri dan mebimbing jama’ah di setiap kegiatan yang diselanggrakan, beliau juga mendo’akan para jama’ah agar senantiasa bisa istiqomah, menjaga apa-apa yang baik yang telah diwariskan oleh Hadhrotusy Syaikh.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penarikah khidmah untuk Haul Akbar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya, yang akan dilaksanakan pada ahad pertama bulan Sya’ban. Panitia berkeliling membawa surban dan kardus untuk menjemput khidmah para jama’ah.

Shalawat fi Hubbi dan do’a dibacakan Ust. Wahdi Alawy dan KH. Musyafak (Kendal), menemani panitia pengumpul khidmah menghitung khidmah para jama’ah. Hingga tulisan ini dibuat, telah terkumpul sekitar 99 juta rupiah, dan sebuah anting-anting emas.

Pembacaan qasidah qabul oleh Habib Umar bin Abdullah Assegaff dan do’a fatihah oleh KH. Hilmi Ahmad Basyaiban, menandai hamper purnanya acara pagi itu. Sebagaimana pada acara bulan maulid sejak Hadrotusy Syaikh masih hidup, para habaib dan kyai yang berada di depan, melempar buah ke para jama’ah, dan bagi jama’ah – yang membawa lima macam buah (belimbing, manggis, apel, jeruk dan pisang) dari rumah yang diletakkan dalam cobek – saling menukar bawaanya.

Menurut Ust. Abdur Rosyid dalam akun facebooknya, acara ini menempati kepadatan ketiga, dalam agenda rutin kegiatan yang diselenggarakan di Al Fithrah Surabaya. Dua acara teratas adalah Haul Akbar, Shalat Malam 27 Ramadhan. Pada tahun ini, terlihat ada penambahan tenda yang dipasang oleh panitia yang terdiri dari prngurus pondok, jama’ah Al Khidmah Surabaya dan warga. Namun, tenda-tenda itu tetap diluar kapasitas, melalui pantauan kami dari foto-foto para jama’ah di media social, dipenuhi oleh jama’ah. Bahkan hingga pertengahan acara, masih terlihat para jama’ah baru memasuki lokasi pondok pesantren Assalafi Al Fithrah dengan kondisi kepadatan yang cukup rapat. Kurang lebih 1800 talam disediakan oleh kantin Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, untuk menjamu para jama’ah, walau masih jauh dari cukup.

Semoga kita dipertemukan dengan bulan maulid tahun-tahun akan datang, dan pada beliau yang kita sholawati kita akan dikumpulkan. Amin…

 

 

MAJLIS AKHIR TAHUN & AWAL TAHUN HIJRIYAH

kop

MAJLIS AKHIR TAHUN & AWAL TAHUN HIJRIYAH

Akhir Tahun :

  1. Istighosah
  2. Yasin
  3. Tahlil
  4. Doa Akhir Tahun ( di baca 3 x bersama – sama )

DOA AKHIR TAHUN

arab-1

Awal Tahun :

  1. Sholat Maghrib Sampai Selesai
  2. Sholat Tasbih + doa tasbih
  3. Dzikir
  4. Doa Awal Tahun ( di baca 3 x bersama – sama )
  5. Makan-Makan
  6. Sholat Isya` Lengkap

DOA AWAL TAHUN

arab-2

TATA CARA MENULIS BASMALLAAH DI BULAN MUHARRAM

  1. Agar dilindungi dan dinaungi serta diberi keselamatan dari segala cobaan, musibah, malapetaka, keburuk­an, kejahatan, kerusakan dan kedlo­li­man, serta fitnah, maka dianjurkan :
  2. Menulis Bismillaahir rohmaanir rohiim ( dengan tulisan arab: بسم الله الرحمن الرحيم ), sebanyak 113 atau 300 pada tang­gal 1 Muharram dengan batasan waktu mulai terbitnya matahari sampai terbenam­nya matahari.
  3. Agar tulisannya dijadikan jimat un­tuk dibawa (selain waktu qodho-il ha­jat atau masuk wc).

 

DOWNLOAD FILE PDF

kantor-thoriqoh-pusat

Haflah Wisuda Tahun Ajaran 2015-2017

Senin, 18 Juli 2016, Pondok Pesantren Al Fithrah kembali mengadakan Wisuda untuk tahun ajaran 2015-2016. Acara yang dua tahun ini di gelar di awal tahun, sebagai bentuk penghargaan bagi para santri tingkat terakhir dan lulus ditahun ajaran 2015-2016 di jenjang Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah dan Ma’had Aly. Total santri yang diwisuda sebanyak 545, terdiri dari 369 santri MTs, 145 santri MA dan 31 santri Ma’had Aly.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB, dimulai dengan undangan para MC – yang terdiri dari 3 bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia) – pada para tetamu, baik wali santri maupun segenap asatidz dan juga undangan khusus yang masih berada di luar untuk menempati tempat yang telah disediakan panitia. Selanjutnya iringan wisudawan dan wisudawati yang dipandu oleh pembawa bendera masuk dengan perasaan yang sangat bahagia ke dalam ruang wisuda.

Habib Abdullah bin Umar al Hadar, yang hadir sejak jam 06:45 WIB di lokasi, diaturi untuk membacakan tawasul sebagai tanda rangkaian acara wisuda dimulai. Dilanjutkan Ust. Hadhori membacakan Istighotsah. Hadir pula di lokasi, Habib Ahmad bin Zain al Kaff, Habib Musthofa al Jufri, Habib Abdurrahman bin Aqil, H. Ridloun Natsir, dan juga salah satu Putri Hadrotusy Syaikh – Nyai Hj. Saviera es Salafiyah al Ishaqy – yang berkenan mengikuti prosesi wisuda hingga rampung.

Drs. Shofwan Hasan, M.Ag, mewakili kepala pondok pesantren Assalafi Al Fithrah menyampaikan beberapa informasi terkait kepondokan, dan juga beliau memberikan pesan kepeda segenap wisudawan-wisudawati agar tetap menjaga nama baik almamater, dan menjalankan wadhifah jika nanti mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan di luar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Acara inti, prosesi wisuda berlangsung dengan khidmat, dimulai dari MTs, pemindahan tali toga oleh Ust. Agus Saputra S.Ud, M.Pd.I, dan penyerahan ijazah oleh Ust. Nashiruddin S.Ud. Dilanjutkan dari MA, pemindahan tali toga oleh Ust. Ahmad Jami’an S.Ud, dan penyerahan ijazah oleh Ust. Muhammah Yasin, S.Pd. Ditutup dari Ma’had ‘Aly, pemindahan tali toga oleh Ust. Ahmad Syathori, M.Fil.I, dan penyerahan ijazah oleh Ust. Fathur Rozi, M.H.I.

Pada kesempatan ini diumumkan pula lulusan terbaik tiap jenjang. Khusus untuk MTs ada dua lulusan terbaik, putra Lukman Hakim asal Sumenep, dan putri Nurul Hidayati asal Surabaya. Lulusan terbaik MA, diraih oleh Kholishotul Fithriyah asal Pekalongan. Lulusan terbaik Ma’had ‘Aly diraih oleh Akrom Sa’id asal Pemalang. Kepada semua lulusan terbaik itu panitia menganugrahi trophy yang diserahkan langsung oleh Habib Musthofa al Jufri.

Penutup do’a disampaikan oleh Habib Abdurrahman bin Aqil, menandai acara wisuda ini rampung.

Selamat dan sukses atas diwisudanya santri MTs, MA dan Ma’had ‘Aly, semoga ilmu yang didapat bermanfa’at, menjadi generasi sholih dan sholihah, dan melanjutkan syi’ar Hadrotusy Syaikh di manapun berada. Amin.

Rapat Kerja Guru MTs 2016-2017

raker
raker

Setiap menjelang tahun  ajaran baru Madrasah Tsanawiyah Al Fithrah putra dan putri mengadakan rapat kerja dalam rangka silatur rahim pengurus dengan segenap asatidz dan persiapan tahun ajaran baru.

Rapat kerja dilaksanakan di gedung Auditorium Al Fithrah pada hari Sabtu pagi 11 Syawal 1437 H / 16 Juli 2016 M. pukul 07.30 s.d 14.30 WIB. Acara tersebut dibagi menjadi dua sesi yaitu sesi evaluasi kerja tahun 2015-2016 dan sesi persiapan tekhnis pembelajaran tahun 2016-2017.

Sebelum masuk dalam acara inti dilakukan pembukaan dengan bertawassul kepada guru-guru, istighotsah dan sholawat fi hubbi oleh ust. Supriyadi. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh kepala pondok, dalam sambutannya beliau berpesan kepada segenap asatidz bahwa pendidik di Al Fithrah memiliki empat kewajiban; 1). Mendidik santri; 2). Mendampingi santri berjamaah di Masjid; 3). Sebagai BK santri; 4). Mengikuti Syiar-syiar majlis yang diadakan di pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah.

Pada sesi evaluasi kerja ini diisi oleh dua kepala madrasah MTs Putra dan Putri. Yang pertama ust. Nasiruddin, S.Ud, kepala madrasah putra Beliau menyampaikan hasil evaluasi kerja tahun 2015-2016 rerata baik. Dan yang kedua ust. Nasiruddin, S.Pd, MM. kepala madrasah putrid beliau juga menyampaikan evaluasi kerja segenap asatidz dan memberikan penghargaan terhadap guru terbaik tahun 2015-2016.

Guru terbaik tahun ini dalam kategori umum diraih oleh ust. Ahmad Muzayyin, S.Ud, dalam kategori guru al Quran diraih oleh ust. Mu’tasim, S.Ud dan dalam kategori pendampingan dimasjid diraih oleh ust.  Usman t, S.Ud. dan penghargaan untuk guru terbaik dalam kateguru umum adalah mengikuti ziarah wisata ke Bali bersama istri.

prestasi
prestasi

Pada sesi kedua mulai masuk pada acara pembentukan kelompok MGMP dan pembuatan progam semester pembelajaran tahun 2016-2017 yang dipandu oleh wakil kepala bagian kurikulum putra dan putri ust. Abd. Hadi Mr, S.Ud dan ust. Nur Yasin, S.Ud.

Dalam rapat tersebut juga dilakukan serah terima jabatan oleh kepala MTs putri lama ust. Nasiruddin, S.Pd, MM, kepada kepala MTs putri baru ust. Agus Saputra,S.Ud, M.Pd.I. secara simbolis.

sertijab
sertijab

selamat berjuang kepada seluruh civitas akademika Madrasah Tsanawiyah Al Fithrah !… tetap ikhlas, semangat, dan istiqomah dalam menjalankan amanah, amiin.

SUNGKEMAN

 

Minggu, 14 Ramadhan 1437 H. bertepatan dengan 19 Juni 2016 M. santri Al Fithrah melakukan “ceremony” sungkeman, sebelum pulang pada tanggal 16 Ramadhan 1437 H./ 21 Juni 2016. Acara ini ini adalah acara rutin sebelum santri menuju kediaman masing-masing, sebagai bentuk mohon ijin dan ma’af serta do’a kepada segenap pengurus pondok semoga perjalanan mereka hingga sampai di rumah, lancar tanpa halangan yang berarti. Hadir dalam prosesi pamitan itu kedua putra KH. Ahmad Asrori al Ishaqy, Agus H. M. ‘Ain El Yaqin el Ishaqy (mas Faiq) dan Agus H. M. Nur El Yaqin el Ishaqy (Mas Nico), hadir pula dalam sungkeman malam itu Habib Abdullah bin Umar al Hadar, kepala pondok pesantren Assalafi Al Fithrah berikut wakilnya Ust. H. M. Musyafa’ dan Ust. Ilyas Rahman, dan juga asataidz perwakilan dari MI(Madrasah Ibtida’iyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), MA (Madrasah Aliyah), dan Ma’had Aly Al Fithrah.

Prosesi ini berlangsung dengan sangat khidmat, diringi oleh sholawat, santri bergerak pelan merayap dari sisi utara menuju beliau semua di posisi selatan mimbar masjid. Berlangsung selama kurang lebih satu jam, para santri yang wajahnya sempat kusut setelah mengikuti empat belas hari memaknai kitab ngaji Ramadanan, terlihat lebih sumringah. Di sudut-sudut masjid seba’da salaman sebagain mereka mulai merencanakan liburan kemana, ngapain, dan bersama siapa?.